SMP NEGERI 1 KALIBAWANG

Pantog Wetan, Banjaroya, Kalibawang, Kulon Progo Yogyakarta

TERDEPAN DALAM ILMU TERPUJI DALAM LAKU

GURU, ANTARA PRESTASI DAN PROFESIONALISME

Kamis, 09 Juli 2020 ~ Oleh Admin ~ Dilihat 3742 Kali

GURU, ANTARA PRESTASI DAN PROFESIONALISME

Oleh : Rini Suprapti,S.Pd

   

                        Sebagai guru di daerah pinggiran, tepatnya saya mengajar pelajaran Matematika di SMP Negeri 1 Kalibawang, Kullon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), tak terasa hampir dua puluh tahun. Banyak suka dan duka yang saya alami. Sebagai guru, kita dituntut untuk berprestasi dan bekerja secara profesional.

                   Penulis menyadari, terus belajar dan belajar untuk menjadi guru yang berprestasi dan bekerja secara profesional. Dalam hal ini, prestasi dan profesionalisme adalah harga mati bagi seorang guru. Sesungguhnya apa saja kriteria guru berprestasi dan profesional dalam bertugas itu ?

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 74 tahun 2008 tentang guru, telah dijelaskan tentang deskripsi prestasi guru. Jika di telisik lebih dalam , mungkin 8 poin berikut dapat menjadi gambaran (indikator) guru yang berprestasi baik.

                   Pertama, menghasilkan peserta didik yang berprestasi. Tugas seorang guru adalah menghasilkan peserta didik yang berprestasi. Namun, dalam ukuran kompetisi, tak banyak guru yang mampu mewujudkan hal tersebut. Seorang guru yang mampu menghasilkan siswa-siswi berprestasi akademik maupun non akademik boleh disebut sebagai guru berprstasi. Apakah anda sudah termasuk salah satu diantaranya?

                   Kedua, memenangkan kompetisi bidang pendidikan, tiap tahun atau periode tertentu , sering diselenggarakan semacam lomba untuk menjaring  guru-guru terbaik, maka saya ucapkan selamat karna anda termasuk guru berprestasi.

                   Ketiga, Menerbitkan Buku Pelajaran, Dalam pasal 24 PP nomor 74 tahun 2008 disebutkan juga bahwa guru yang menjadi pengarang atau penyusun buku teks ajar yang dinyatakan layak ajar oleh menteri adalah  termasuk bentuk prstasi guru yang patut diberi penghargaan.

                   Keempat, menciptakan invensi dan inovasi pembelajaran. Jika anda merupakan seorang guru yang kreatif, penuh ide-ide cemerlang, dan inovatif, maka cobalah gali kreatifitas  anda ntuk menciptakan inovasi pembelajaranyang bermanfaat bagi guru-guru lain, sehingga bila diakui pemerintah maka anda merupakan guru berprestasi.

                   Kelima, memperoleh paten atau hak atas kekayaan intelektual. Prestasi guru juga dapat berupa hak atas kekayaan intelektual, terutama yang berkaitan dengan dunia edukasi.

                    Keenam, mendapatkan penghargaan dalam suatu bidang. Pemerintah mengapresiasi bagi guru-guru yang mampu memperoleh penghargaan resmi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan atau olahraga.Penghargaan yang diterima tersebut, baik dari pemerintah maupun non pemerintah, adalah salah satu indikator (ciri) guru yang berprestasi.

                   Ketujuh, membuat karya tulis dalam Jurnal Ilmiah. Di era keprofesionalisme ,guru dituntut untuk menghasilkan tulisan-tulisan ilmiah. Menghasilkan karya tulis yang diterbitkan di jurnal ilmiah yang terakreditasi dan diakui oleh pemerintah merupakan satu wujud prestasi guru.

                   Kedelapan, menjalankan tugas dengan dedikasi yang baik. Namun poin utama dari semua kriteria “guru berprestasi “ adalah melaksanakan tugas dan kewajiban sebagai tenaga pendidik dengan dedikasi yang tinggi, rasanya, bagi pemerintah dan masyarakat , guru yang selalu berdedikasi dalam menjalankan tugasnya adalah prestasi yang luar biasa.

                   Mengacu pada indikator guru berprestasi itu, penulis menyadari harus berjuang keras untuk membangun diri, an memotivasi diri, agar menjadi guru profesional, yakni berusaha bekerja sungguh-sungguh , menyampaikan materi dengan gamblang sehingga mudah diserap siswa, dan penuh kejujuran dalam bersikap. Serta siap bekerjasama dengan rekan seprofesi, dan juga selalu meng-update pengetahuan dari berbagai sumber , apalagi jaman sekarang, di mana jaringan internet mudah kita dapatkan, maka sumber informasi dan ilmu pengetahuan, harus terus diperbaharui

                   Kalau kita hanya mengandalkan sumber yang minim, dan tidak mau meng-update informasi dari manapun, kita akan menjadi guru yang seperti katak dalam tempurung. Tentu hal ini tidak kita kehendaki.

                   Untuk itu, mari kita renungkan, sudahkah kita menjadi guru yang berprestasi dan bekerja secara profesional ?

  1. TULISAN TERKAIT